Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) atau DTSEN ( Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional ) merupakan sistem yang digunakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk mengelola data penerima bantuan sosial. Dalam sistem ini, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memiliki status dan keterangan proses yang menunjukkan tahapan penyaluran bantuan.
Pemahaman terhadap keterangan proses dan status penerimaan bantuan sangat penting agar masyarakat, aparat desa, dan pendamping sosial dapat mengetahui penyebab bantuan sudah cair, belum cair, atau tidak cair.
Penyaluran bantuan sosial melalui bank penyalur yang tergabung dalam HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara) dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu sebagai berikut:
Proses Burekol adalah tahapan pembukaan rekening kolektif bagi KPM yang belum memiliki rekening bank HIMBARA. Tahap ini menentukan apakah rekening berhasil dibuat atau tidak.
Berhasil Burekol
Artinya rekening KPM berhasil dibuka oleh bank penyalur dan telah dilaporkan ke Kementerian Sosial. KPM dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Gagal Burekol
Rekening tidak berhasil dibuka, biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian atau ketidaklengkapan data seperti nama, NIK, alamat, atau wilayah. Kondisi ini memerlukan perbaikan data dan tindak lanjut dari Kemensos dan bank HIMBARA.
Setelah rekening terbentuk, dilakukan pengecekan melalui OMSPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) untuk memastikan rekening aktif dan siap menerima bantuan.
Berhasil OMSPAN
Rekening dan kartu dinyatakan aktif. KPM dapat melanjutkan ke proses pencairan bantuan.
Gagal OMSPAN
Rekening bermasalah, seperti rekening pasif, tidak aktif, tidak terdaftar, kartu belum dicetak, belum didistribusikan, atau kartu rusak. Kondisi ini memerlukan tindak lanjut Kemensos dan bank penyalur.
Selain tahapan proses, SIKS-NG juga menampilkan berbagai keterangan status yang menjelaskan posisi KPM dalam penyaluran bantuan, di antaranya:
Kemensos telah memerintahkan bank untuk mencairkan bantuan, namun terdapat perbedaan data antara bank dan data kependudukan (Dukcapil) masih proses pencocokan data dan perintah pemindahbukuan dana telah diterbitkan dan bantuan siap untuk dicairkan melalui Bank Himbara atau PT Pos Indonesia
KPM tidak menerima bantuan pada periode tertentu karena data tidak lengkap atau tidak memenuhi ketentuan.
KPM tidak cair karena terdeteksi memiliki pekerjaan yang tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan, atau terdapat anggota keluarga yang terdata sebagai PNS, TNI, POLRI, atau pensiunan.
KPM dinyatakan tidak layak berdasarkan hasil pemetaan atau kebijakan wilayah.
KPM tidak cair karena terdeteksi telah meninggal dunia berdasarkan pemadanan data Kemensos dan Kemendagri.
KPM tidak melakukan transaksi pada tahap penyaluran sebelumnya, sehingga bantuan tidak dapat dilanjutkan.
Kemensos telah menerbitkan Surat Perintah Membayar kepada bank HIMBARA. Selanjutnya, status akan berubah menjadi sukses atau gagal tergantung hasil verifikasi data.
Bank telah berhasil melaksanakan perintah pembayaran dan bantuan siap atau telah diterima oleh KPM.
Tidak Layak GIS: Tidak layak berdasarkan hasil Sistem Analisis Geospasial (SAGIS).
SK / Calon Penerima Bansos: KPM telah masuk dalam Surat Keputusan penerima bantuan.
Overlap SDM Kesos: KPM terdeteksi sebagai pendamping sosial (PKH, TKSK, TAGANA, Peksos, dll).
Keterangan Gagal: Terjadi kegagalan akibat perbedaan data antara bank, Kemensos, dan Kemendagri.
Keterangan proses dan status penerimaan bantuan dalam SIKS-NG bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi penyaluran bantuan sosial. Dengan memahami setiap tahapan dan status, masyarakat serta aparat desa dapat lebih mudah melakukan pendampingan, perbaikan data, dan pengawasan bantuan sosial agar tepat sasar

RAPAT KOORDINASI MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN, KONVERGENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING, DAN PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH
95

Stunting di Madaraya Turun, Rembug 2026 Soroti Peran Kader dan Catatan di Lapangan
152

Bukan Sekadar Juara, Ada Apa di Balik Kunjungan Dirjen Kemendukbangga BKKBN ke Pekon Madaraya?
254

Dewan Pers Nyatakan Pemberitaan Jejakkasus.info tentang Kepala Pekon Mada Raya Langgar Kode Etik Jurnalistik
414

Keberatan dengan Pemberitaan, Kepala Pekon Madaraya Laporkan Oknum Wartawan ke Dewan Pers dan Polres Pringsewu
578

Kompetisi Sepak Bola Karang Taruna Pagelaran Utara Segera Digelar, Juara Berpeluang Tampil di Tingkat Kabupaten!
297

RAPAT KOORDINASI MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN, KONVERGENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING, DAN PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH
Berita
95

Stunting di Madaraya Turun, Rembug 2026 Soroti Peran Kader dan Catatan di Lapangan
Berita
152

Bukan Sekadar Juara, Ada Apa di Balik Kunjungan Dirjen Kemendukbangga BKKBN ke Pekon Madaraya?
Berita
254

Dewan Pers Nyatakan Pemberitaan Jejakkasus.info tentang Kepala Pekon Mada Raya Langgar Kode Etik Jurnalistik
Berita
414

Keberatan dengan Pemberitaan, Kepala Pekon Madaraya Laporkan Oknum Wartawan ke Dewan Pers dan Polres Pringsewu
Berita
578

Kompetisi Sepak Bola Karang Taruna Pagelaran Utara Segera Digelar, Juara Berpeluang Tampil di Tingkat Kabupaten!
Berita
297
Jl. H Abdulrahman Pekon Madaraya Kec. Pagelaran Utara Kab. Pringsewu Pagelaran Utara