Banyak masyarakat yang merasa bingung bahkan tidak adil ketika mengetahui status kesejahteraannya masuk desil tinggi, padahal dalam kehidupan sehari-hari penghasilan hanya cukup untuk kebutuhan pokok. Kondisi ini sering memicu pertanyaan: kenapa desil saya tinggi, sementara hidup terasa pas-pasan?
Apa Itu Desil?
Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 (paling miskin) hingga desil 10 (paling sejahtera). Data ini digunakan pemerintah sebagai dasar penentuan penerima berbagai program bantuan sosial.
Kenapa Penghasilan Pas-pasan Bisa Masuk Desil Tinggi?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi:
Penilaian Tidak Hanya dari Gaji Penentuan desil tidak semata-mata melihat besarnya penghasilan bulanan. Aset yang dimiliki seperti rumah permanen, kendaraan, lahan, atau barang elektronik juga menjadi indikator penting.
Pengeluaran Dianggap Stabil Meski penghasilan kecil, jika pengeluaran rutin dinilai relatif stabil (mampu membayar listrik, air, internet, cicilan, dan kebutuhan lain), sistem bisa menilai kondisi ekonomi lebih baik.
Data Lama Belum Diperbarui Banyak kasus di mana data kesejahteraan masih menggunakan kondisi lama, misalnya saat penghasilan lebih baik atau aset belum berkurang.
Status Kepemilikan Rumah Warga yang memiliki rumah sendiri, meskipun penghasilannya kecil, sering kali dinilai lebih “aman” secara ekonomi dibanding penyewa atau kontrakan.
Penghasilan Tidak Tetap Sulit Terdeteksi Pekerja informal, buruh harian, atau wiraswasta kecil sering dianggap mampu karena penghasilannya fluktuatif dan tidak tercatat secara rinci.
Dampaknya Bagi Masyarakat
Akibat masuk desil tinggi, banyak warga akhirnya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, padahal secara nyata masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Apa yang Bisa Dilakukan?
1. Cek data kesejahteraan melalui pemerintah desa/kelurahan
2. Sampaikan kondisi ekonomi terbaru jika ada perubahan signifikan
3. Ikuti musyawarah desa (musdes) untuk pemutakhiran data
4. Pastikan data Regsosek atau DTSEN sesuai kondisi nyata
Desil tinggi bukan berarti hidup sudah sejahtera. Sistem pendataan masih memiliki keterbatasan dan perlu terus diperbaiki agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat dalam pemutakhiran data menjadi kunci agar kondisi ekonomi yang sebenarnya dapat tercermin dengan adil.

BLT DD CAIR!!! Haryadi Kepala Pekon Madaraya Salurkan BLT DD Periode Januari–April 2026
26

RUMAH DATA
12

Penyebab Bansos Tidak Cair: Verifikasi Data Penerima Belum Selesai
327

Terima Kasih atas Dedikasinya untuk adik Mahasiswa PKN POLINELA di Pekon Madaraya
403

Ini Bedanya Kepala Desa dan Lurah Berdasarkan Undang-Undang
8176

ajak warga dan aparatur pekon, Mahasiswa PKN POLINELA bahas permasalahan yang ada di linkungan pekon
322

BLT DD CAIR!!! Haryadi Kepala Pekon Madaraya Salurkan BLT DD Periode Januari–April 2026
Berita
26

RUMAH DATA
Berita
12

Penyebab Bansos Tidak Cair: Verifikasi Data Penerima Belum Selesai
Berita
327

Terima Kasih atas Dedikasinya untuk adik Mahasiswa PKN POLINELA di Pekon Madaraya
Berita
403

Ini Bedanya Kepala Desa dan Lurah Berdasarkan Undang-Undang
Berita
8176

ajak warga dan aparatur pekon, Mahasiswa PKN POLINELA bahas permasalahan yang ada di linkungan pekon
Berita
322
Jl. H Abdulrahman Pekon Madaraya Kec. Pagelaran Utara Kab. Pringsewu Pagelaran Utara